--

Menghimpun seluruh berita, tulisan, jurnal bernuansa agama yang dapat menyatukan ummat

Ronaldo dan Adiknya Peluk Agama Islam



PAREPARE, JournalisSantri.Com - Siapa yang tidak kenal sosok bintang persepakbolaan dengan nomor punggung 7 di Klub Manchester United dengan bertuliskan nama Ronaldo atau Cristiano Ronaldo.

Akhirnya Ronaldo memeluk agama Islam pada hari Selasa, 18 Oktober 2022 kemarin, di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Soreang Kota Parepare yang disaksikan oleh Ustadz Herman Alwi selaku ketua Ikatan Pemuda Darud Da'wah Wal-Irsyad (IP DDI) Kota Parepare dan Muhammad selaku penyuluh agama di KUA Kec. Soreang.

Mungkin khalayak bertanya-tanya, Ada apa gerangan Ronaldo hingga ke Kota Parepare yang kemudian akhirnya memeluk Islam?, ternyata Ronaldo yang dimaksudkan yaitu Ronaldo S Pabisa, pemuda kelahiran Kota Parepare, 16 April 1999, yang bertempat tinggal di Jl. Jend. Ahmad Yani.

kemudian diawal tahun 2023 ia membawa adiknya memeluk agama Islam di KUA Soreang sama seperti Ronaldo, Selasa (17/1/2023).

Risaldo merupakan adik dari Ronaldo dengan nama asli Kristian Risaldo, setelah membaca syahadat yang dituntun oleh Kepala KUA Soreang, H. Syahruddin Sainur, kemudian merubah nama menjadi Muhammad Risal, yang disaksikan oleh Penyuluh Agama Islam yaitu Sabuddin dan Drs. Arifuddin Rahim.

"Alhamdulillah, bertambah lagi saudara kita yang mendapat hidayah untuk memeluk agama Islam, Risaldo bersama kakaknya yang bernama Ronaldo telah di Islamkan di KUA Soreang, walaupun berbeda waktunya tapi yang namanya hidayah kita tidak bisa tahu kapan dia datang," jelas H. Syahruddin Sainur.

Masuknya Risaldo ke agama Islam untuk memenuhi syarat-syarat berkas pernikahan secara Islam. Kendatipun demikian, alasan Risaldo masuk Islam atas kehendak sendiri tanpa ada paksaan orang lain.

"Semoga Risaldo dengan kakaknya dapat Istikamah dalam agama Islam dan terus belajar beribadah, insya Allah kami siap membantu menuntun belajar dalam beribadah sesuai agama Islam," harap H. Syahruddin Sainur.

Share:

Kajian IMDI Cabang Pinrang Dilandasi "Barakka'"


PINRANG, JournalisSantri.Com - Diawal tahun 2023, Ikatan Mahasiswa Darud Da'wah Wal-Irsyad (IMDI) Cabang Kab. Pinrang menggelar dzikir dan kajian, di Sekretariat IMDI Pinrang, Jl. Lembu, Kec. Watang Sawitto, Kab. Pinrang, Ahad (15/1/2023).

Sebelum menggelar kajian, diawali dengan Yasinan yang di pimpin oleh Mursyid Zulkhair Basir, kemudian dilanjutkan dzikir secara berjamaah yang di pimpin oleh Mursyid Muh. Ikram selaku ketua IMDI Cabang Pinrang. 

Pada kajian yang digelar setelah Yasinan dan Dzikir bersama, IMDI Cabang Pinrang mengundang Narasumber Mursyidah Rizki Fatimalasari yang juga selaku Ketua Umum IMDI Pinrang pada periode 2019-2021, didampingi oleh Mursyidah Astrini yang selaku bendahara umum IMDI Pinrang priode 2019-2021.

Pengabdian dalam organisasi menjadi tema penting yang dibahas pada kajian tersebut. Sebelum memulai, Mursyidah Kiki sapaan Mursyidah Rizki Fatimalasari mengajak peserta kajian mengirimkan Surah Al-Fatihah kepada AGH. Abdurrahman Ambo Dalle.

"Metode kajian yang saya lakukan yaitu sharing session agar peserta tidak kaku dalam forum, artinya jika dala pembahasan saya ada sesuatu yang janggal, tidak masalah jika dipotong dan ditanggapi," ujar Mursyidah Kiki saat memulai kajian.

Menurut Mursyidah Kiki, Pengabdian sudah hal yang lumrah dalam berorganisasi khususnya di IMDI.

"Karena tujuan kita ber-IMDI selain menginginkan kader bertaqwa, cerdas, berakhlak mulia dan menjalankan ajaran islam berlandaskan Al Quran dan Ahlussunnah Wal Jamaah, kita juga di tuntut untuk menjadi kader pengabdi," jelasnya.

Pengabdian menurut Mursyidah Kiki, Berjuang secara ikhlas dalam organisasi DDI secara umum, di IMDI secara khusus tanpa mengharap imbalan.

"Prinsip berjuang secara ikhlas ditanamkan dalam jiwa agar pengabdian kita mendapatkan keberkahan oleh Allah SWT melalui Gurutta', maka Barakka'na Gurutta' kita bisa dapat dari pengabdian", pungkas Mursyidah Kiki.

Diakhir kegiatan, Ketua IMDI Cabang Pinrang, Muh. Ikram berharap agar kajian yang dilakukannya menjadi program rutin IMDI Cabang Pinrang.

Share:

Ingat Tagline "Wakanda Forever", Wakanda ini Dapat Rutilahu Dari Baznas Parepare

PAREPARE, JournalisSantri.Com - Mungkin tidak asing lagi bagi para pecinta Marvel Studios sebuah tagline yang hingga saat ini terkenal serta selalu di ucapkan oleh salah satu bintang Marvel Black Panther yaitu "Wakanda Forever". Wakanda yang merupakan sebuah negara fiksi yang terletak di Afrika Sub-Sahara yang dibuat oleh Marvel Comics. Negara tersebut adalah kampung halaman dari pahlawan super Black Panther.

Akan tetapi, Wakanda yang dimaksud pada kali ini bukan merupakan sebuah lokasi, akan tetapi sebuah nama seorang kakek yang tinggal di Kelurahan Lapadde, Kec. Ujung, Kota Parepare.

Wa Kanda yang telah berumur sekira 90 tahun mendapatkan bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Parepare. Pasalnya, setelah direkomendasi dari pihak Polres Parepare untuk mendapatkan bantuan, kemudian tim Baznas melihat langsung tempat tinggal Wa Kanda yang memang sewajarnya diberi bantuan Rutilahu.

Saiful Amir selaku Ketua Baznas menyampaikan terimakasih kepada pihak Polres yang merekomendasikan Wa Kanda untuk di bantu.

"Alhamdulillah, selama sepekan bangunan 4x6 untuk Wa Kanda selesai dibangun dan akan kita serah terimakan secara resmi," ungkap Saiful Amir, Jum'at (13/1/2023).

Lanjutnya, "Program Rutilahu ini merupakan program nasional Baznas, yang  memperlihatkan bukti kepada masyarakat bahwa inilah Baznas yang senantiasa membantu masyarakat yang membutuhkan," tambah Saiful Amir.

Program Rutilahu ini menurut Saiful Amir, tidak hanya untuk Wa Kanda yang berada di Kelurahan Lapadde, akan tetapi masih ada 2 yang belum tersalurkan yaitu di Kelurahan Cempae Kec. Soreang dan di Bukit Madani Tegal Kec. Bacukiki.

Pada persemian tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Parepare, H. Fitriadi, Camat Ujung, Dandim 1405 Mallusetasi, Polres, Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (Lazis), serta Penyuluh Agama Islam yang juga selaku Satgas Zakat. 

Saiful Amir berharap para ustadz-ustadz, penyuluh, dan sebagainya bisa mensosialisasikan zakat, "Kami juga senantia meminta bimbingan khusus dari Kemenag Parepare, bahkan minta jeweran ktika kami salah-salah mengelola zakat," jelasnya.


Share:

Jadikan Rutinitas Dakwah, KPK Parepare Gelar Ratibul Haddad

PAREPARE, JournalisSantri.Com - Ratibul Haddad merupakan amalan yang berisi doa dan dzikir yang disusun oleh ulama asal Hadramaut, Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al Haddad (1055-1132 H). Amalan ini memiliki banyak khasiat yang sangat dahsyat, sehingga kerap dijadikan amalan rutin umat Islam, termasuk di pesantren dan forum-forum dzikir keagamaan.

Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Pendakwah Keren (KPK) Zona Kota Parepare menjadikan program pembacaan dzikir Ratibul Haddad sebagai rutinitas bacaan setiap malam Jum'at yang di bawakan oleh Majelis Dzikir Wattawassul Al Awwabienn KPK Parepare.

Pada kesempatan kali ini, KPK Parepare menggelar Ratibul Haddad di Butik Basrah, Jl. Lahalede, Kel. Lakessi, Kec. Soreang, Kota Parepare, Kamis malam (12/1/2023), yang juga merupakan tempat usaha salah satu da'i KPK yaitu Ustadz Abdul Basit, Lc.

Sekretariat Daerah (Sekda) KPK Parepare, Ust. Muh. Kasim saat dikonfirmasi via WhatsApp menyampaikan kegiatan pembacaan Ratibul Haddad yang di laksanakan sekali sepekan itu ditempat yang berbeda-beda.

"Biasa dilaksanakan dimasjid bersama jama'ah, dirumah Jamaah atau dirumah pengurus KPK Parepare," ujar Ust. Muh. Kasim.

Ia berharap, semoga program KPK Zona Parepare terkait pembacaan Ratibul Haddad bisa berjalan dengan baik.

"Kita juga do'akan kepada sahabat-sahabat da'i dimanapun berada terkhusus da'i KPK, bisa diberkahi setiap jalan dakwahnya, dan juga bagi yang punya usaha dilimpahkan berkah Allah SWT," harapnya.

Selain itu, program kegiatan yang digelar oleh KPK Zona Parepare mendapat tanggapan hangat dari Kordinator Wilayah (Korwil) KPK Prov. Sulawesi Selatan, IPDA Muhammad Hilal.

"Jazakumullah khair KPK Parepare atas pelaksanaan dzikirnya, semoga berkah, sehat-sehatki' semua," ucapnya via WA grup KPK Parepare.



Share:

Diduga Ajaran Sesat, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Turun Langsung Berdialog







GOWA SULSEL, JournalisSantri.Com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kementerian Agama) Prov. Sulsel,  H. Khaeroni bersama sejumlah jajarannya menyambangi lokasi Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah yang beberapa hari ini viral di media karena diduga menyebarkan faham dan ajaran yang sesat, Selasa (10/1/2023).

Kehadiran Kakanwil bersama pemerintah setempat seperti Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL, Forkopimda, MUI, Polda Sulsel, serta lembaga yang tergabung dalam Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Keagamaan Masyarakat  (PAKEM) Kab. Gowa, Forkopimcam Bontomarannu Kab. Gowa serta Pengurus Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah.

Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah yang dipimpin oleh I Wayan Hadi Kusumo atau lebih akrab Bang Hadi ini tengah viral di media sosial lantaran MUI menduga menyebarkan faham yang menyimpang.

Pada kesempatan tersebut, Bang Hadi beserta murid-muridnya menyambut langsung kedatangan Tim yang dipimpin Bupati Gowa di kediamannya yang juga merupakan kantor yayasan yang berlantai 4.

Bang Hadi saat dipersilahkan menjelaskan inti dari ajarannya berdasar di Bab Kesucian atau Bab Thaharah pada Kitab Ihya Ulumuddin, ditegaskan sebelum melangkah ke ajaran inti agama Islam yang harus difahami terlebih dahulu adalah Bab Kesucian.

Begitupun dengan peribadatannya, menurut Bang Hadi, ia mendakwahkan agama dengan bahasa Indonesia yang mudah dipahami masyarakat, bukan melarang bahasa Arab.

"Terkait masalah yang viral, bahwa ajaran kami melarang makan ikan, minum susu melarang sholat, itu tidak benar, karena kami tahu itu melanggar Hak Asasi Manusia, tapi Ajaran kami hanya melarang keras memakan darah dan bangkai, karenanya kami di pondok hanya membiasakan tidak makan daging, tapi lebih kepada makanan yg berbasis nabati atau vegetarian," pungkasnya.

Bahkan Bang Hadi sampai bersumpah “Wallahi Warrasul, kami tidak pernah mengajarkan berhaji di Bawakaraeng, keyakinan kami haji tetap di tanah suci,” ucap pimpinan Nur Mutiara Makrifatullah ini.

Ia juga mengaku bukan Ahli Agama dan membuka diri kepada seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, aparat hukum, dan Para Ulama dari MUI untuk datang membimbing, jika ajaran yang dibawanya menyimpang.

Usai memaparkan inti ajarannya, Komisi Fatwa MUI Sulsel diantaranya Prof. DR. KH. Muammar Bakry, Lc, MA menyampaikan jika MUI dalam menetapkan hukum terhadap suatu ajaran, terdapat sejumlah kriteria, karena dalam beragama itu ada aturannya, dan ahlinya adalah Ulama.

Sekretaris MUI Sulsel tersebut, menjelaskan masalah ini viral berawal dari publik tanya jawab MUI dari nitizen yang mengaku pernah menjadi santri Bang Hadi, dan Sekretaris MUI dalam menjawab bahwa Jika indikasi ajaran tersebut memang benar sebagaimana yang viral, dan setelah menyimak dan menelaah video pengajian dan dokumen yang sudah dimiliki oleh MUI oleh pimpinan yayasan ini maka ajaran ini mengarah kepada ajaran sesat secara Islam.

Lebih lanjut, KH. Muammar Bakry menyampaikan jangan sampai ajaran yang diajarkan kepada santri di yayasan ini tidak bersanad, dan sanadnya harus muktabarah, tapi pada dasarnya Kalau ada keterbukaan dari pihak yayasan, maka MUI siap membimbing dan membina.

Selanjutnya, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Khaeroni menyampaikan maksud kehadiran sejumlah pihak berwenang disini untuk mencari titik temu, Kemenag hadir untuk melindungi masyarakat dan umat beragama dari keresahan sosial yang mengatasnamakan agama serta dinilai keluar dari pakem yang sudah ada.

"Dalam agama juga mengajarkan agar Bekerja sesuai keahlian dan kemampuannya serta menghimbau kepada masyarakat agar sadar diri, berbesar hati serta membuka diri untuk meluruskan ajaran yang dinilai menyimpang agar tidak menimbulkan keresahan dan yang utama bahwa untuk berkegiatan di NKRI ini harus patuh pada regulasi yang ada," jelas H. Khaeroni.

Karenanya, Kakanwil berharap semua seluruh pemangku kepentingan yang terkait hal ini untuk segera duduk bersama mencari solusi agar keresahan dan kerisauan di tengah umat tidak tambah membesar.

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta YL di kesempatan tersebut menyebutkan kehadiran sejumlah elemen di tempat ini berdasarkan laporan masyarakat, karenanya pemerintah hadir untuk mencari titik temu, serta menghindari hal hal yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

"Dan kita bersama sudah dengar, pimpinan yayasan ini, sudah membuka diri untuk dibina dan diluruskan oleh para pemangku kepentingan utamanya oleh MUI dan Kemenag, maka kalau ada yang bengkok mari bersama kita luruskan, bukan tambah dibengkokkan," kata Adnan.

"Teruntuk pengurus Yayasan agar segera melakukan proses-proses administrasi sebelum beraktifitas apalagi mengatasnamakan yayasan dan pondok pesantren, atau lembaga pendidikan, termasuk izin mendirikan bangunan di lokasi serta izin operasional lembaga pendidikan didalamnya," tambahnya.

Share:

Naik Gaji dan Pangkat, ASN Tana Toraja Di Uji Baca Al-Qur'an

TANA TORAJA, JournalisSantri.Com - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kab. Tana Toraja, Usman Senong memetakan kualitas ASN Kemenag Tana Toraja dalam membaca Kitab Suci al-Qur'an melalui tes baca al-Qur'an terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN muslim. 

Kegiatan dimulai pada Selasa, 10 Januari 2023 dengan menguji beberapa ASN muslim yang akan memperoleh Kenaikan Gaji Berkala dan yang akan diusulkan kenaikan pangkatnya. 

Uji baca Al-Qur'an tersebut dilakukan langsung oleh Kakan Kemenag bersama Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam H. Suardi, bertempat di Ruang Kerja Kepala Kantor dan Ruang Kerja Kasi Pendis.

Tes baca Al-Qur'an bagi ASN dilakukan untuk mengetahui kemampuan masing-masing ASN muslim dalam membaca al-Qur'an. Hasil tes nantinya akan dijadikan dasar untuk pemetaan. 

ASN yang telah mampu membaca dengan baik diharapkan untuk menularkan kemampuannya kepada sesama ASN dan masyarakat, sementara ASN yang bacaannya masih kurang baik diminta untuk terus meningkatkan kualitasnya dan ASN yang kemampuannya sangat rendah diminta untuk belajar privat. 

Usman Senong mengatakan bahwa tes baca al-Qur'an juga diterapkan kepada Non ASN sebelum penyerahan perpanjangan SK dilakukan. 

"Kita menginginkan seluruh ASN dan Non ASN muslim Kemenag Tana Toraja memiliki kemampuan baca al-Qur'an yang baik. Jangan sampai ada yang bacaannya tidak baik, apalagi sama sekali tidak bisa baca Al-Qur'an," tutur Usman Senong.

Share:

Kembali, Aliran Sesat Di Makassar Ini Pernah Bertemu Dengan Allah





MAKASSAR, JournalisSantri.Com - Setelah kemunculan Nur Mutiara Makrifatullah yang diduga sesat oleh MUI, kembali warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibuat heboh dengan kemunculan aliran Hakikinya Hakiki yang diduga sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar. 

Hakikinya Hakiki adalah aliran yang penganutnya mengaku pernah bertemu Tuhan. MUI Sulsel lantas menguatkan maklumat yang dikeluarkan MUI Makassar, di mana di dalamnya tertulis bahwa aliran tersebut diduga sesat.

Dinyatakan sesat karena aliran ini memiliki sejumlah ajaran yang menyimpang dari agama Islam. Mulai dari dijanjikan surga bagi para pengikutnya, hingga bisa bergelar haji tanpa perlu ibadah ke Mekkah.

Ajaran Sesat Hakikinya Hakiki

Ajaran sesat lainnya yang diungkap Sekretaris MUI Sulsel, KH. Muammar Bakry adalah soal para pengikut Hakikinya Hakiki yang dijaminkan masuk surga oleh pemimpin mereka. Sementara dalam ajaran Islam, tidak ada siapapun yang bisa menjamin seseorang menjadi penghuni surga.

Lebih lanjut, Muammar menyebut para pengikut aliran mengaku pernah bertemu dengan Allah. 

"Mereka mengaku pernah bertemu dengan Allah. Poin inilah yang paling meresahkan sebab Allah itu adalah zat yang gaib," ujar Sekretaris MUI Sulsel, Muammar Bakry dikutip dari situs resmi milik MUI, Senin (9/1/2023)

Temuan lainnya adalah pengakuan gelar haji yang dapat diperoleh melalui gurunya tanpa perlu melakukan rangkaian ibadah haji di Mekkah. Lalu, niat salatnya juga bertentangan dengan ajaran Islam yang disepakati oleh jumhur ulama.

"Niat salat mereka juga bertentangan dengan ajaran Islam yang disepakati oleh jumhur ulama sehingga mempunyai niat yang bermacam-macam," paparnya.

Lalu, berdasarkan poin-poin di atas, Muammar menegaskan, bahwa MUI Kota Makassar telah mengeluarkan maklumat serta menetapkan aliran Hakikinya Hakiki itu sesat.

"Sejauh ini informasi aliran-aliran sesat yang ada di Makassar, Gowa dan sekitarnya sudah cukup banyak, seperti di Gowa sudah beberapa aliran yang telah di tetapkan juga keharamannya di mana aliran-aliran ini menjanjikan surga bagi para pengikutnya dan juga adanya penghapusan dosa," katanya.

Viral Video Saat Diintrogasi Oleh Warga

Akbar, pengikut aliran sesat Hakikinya Hakiki lainnya mengaku spontan saat mengatakan pernah bertemu dengan Allah. Alasannya karena merasa terdesak setelah menerima ancaman akan dibunuh saat mengobati salah satu warga yang diduga terserang penyakit non medis.

Video yang menunjukkan perkataan Akbar itu sempat viral di media sosial. Ia diminta oleh warga untuk mengobati karyawannya yang melihat makhluk gaib. Akbar lalu memakaikan kain kafan ke tubuh pasien sebagai metode pengobatannya. 

Nah, merasa panik karena diancam akan dibunuh, Akbar pun mengaku pernah bertemu dengan Allah hingga menyebut rukun Iman ada 13. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan diri dari warga yang tidak suka dengan metode pengobatannya.

Penganutnya Ingin Bertobat

Atas dasar keresahan warga tersebut, MUI Kota Makassar memanggil penganut Hakikinya Hakiki untuk menjelaskan aliran dan ajarannya. Langkah selanjutnya, yakni akan diluruskan, jika memang itu menyimpang dari ajaran agama Islam.

Setelah pertemuan itu, para penganut Hakikinya Hakiki mengaku akan bertobat dan meminta maaf. Mereka juga siap dibina oleh MUI Makassar. Hal ini disampaikan salah satu dari mereka, Yoga, di Kantor MUI Makassar pada hari Senin, 9 Januari 2023

Ketua MUI Makassar KH. Baharudin Abduh juga membenarkan bahwa penganut aliran Hakikinya Hakiki telah sepakat dan bersedia untuk dibina. Mereka bahkan telah menandatangani kesepakatan tersebut.

Share:

Qori'ah Nadia Hawasyi Disawer, Begini Reaksinya










Beredar potongan video seorang Qariah bernama Nadia Hawasyi disawer saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Video tersebut pertama kali diunggah di kanal Youtube Al-Mumtaz Official pada Kamis, 20 Agustus 2020 lalu.

Menanggapi hal itu, Nadia mengaku sangat marah dan kecewa. Namun, kemarahan itu tidak langsung diungkapkan mengingat posisinya tengah membaca Al-Qur'an sehingga harus tetap menjaga adab.

"Sebetulnya bisa aja saya langsung marah pada saat itu, tapi saya kan menjaga adab lagi ngaji, masa ujug-ujug saya negor panitia, gak enak juga, pasti ribut," kata Nadia kepada NU Online, Kamis (5/1/2023) malam.

Maka dari itu, ia menuntaskan bacaannya terlebih dahulu. Kemudian ia mendatangi panitia dan mengingatkan.

"Jadi saya tidak suka sama sekali ada panitia nyawer seperti di video tersebut. Cuma karena posisinya saya lagi ngaji, terus saya juga gak tahu kalau mau disawer, makanya saya gak langsung marah dan negur panitianya, saya tunggu beres ngaji dulu," lanjutnya.

"Saya shodaqallah langsung turun panggung dan saya tegur panitianya. Saya merasa direndahkan sekali, diperlakukan tidak sopan oleh para panitia," kata perempuan asal Banten itu.

Hanya saja, ia menyayangkan sikap beberapa warganet yang justru menyudutkan dirinya. "Cuma netizen ini belum banyak yang faham saya yang lalu dihujat," ungkap Nadia.

Nadia juga merasa terganggu dengan kehadiran orang-orang yang bersawer tersebut. Hal demikian sudah kali ketiga terjadi padanya dalam Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

"Itu memang sudah keterlaluan, tidak ada adabnya. Saya pun sangat merasa terganggu, tapi saya gak bisa langsung negur pada saat itu juga, karena pada saat saya disawer masih ngaji belum beres," jelasnya.

"Jadi, setelah saya selesai ngaji terus saya turun baru saya langsung tegur dan marah sama panitianya semua, bahwa saya merasa direndahkan dengan perilaku panitia yang nyawer saya tadi. Cuma sayangnya tidak ada yang memvideokan pas saya sedang tegur itu," beber Nadia.

Hal itu, bagi Nadia, sangat mengganggu mengingat melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan tilawah mujawwad (lagu) dan hafalan membutuhkan konsentrasi penuh.

"Saya pun sebelumnya gak tahu jika setiap kalau ngaji mau disawer. Kalau saya tahu pasti saya larang. Karena saya juga kan ngaji butuh konsentrasi, butuh ingat hafalan yang saya baca, butuh nafas juga buat ngaji," pungkas Nadia.

Ia juga mengungkapkan, kebiasaan nyawer ini juga terjadi pada qari dan qariah yang lain. Hanya saja, videonya tidak beredar viral seperti yang terjadi pada dirinya.
 
"Sebetulnya hal seperti ini bukan hanya terjadi sama saya, tapi banyak qari/qariah lain yang pernah lagi ngaji disawer seperti itu, apalagi di daerah Banten menurut saya sudah jadi hal yang lumrah bagi masyarakat Banten sawer qari, tapi mungkin tidak diviralkan videonya seperti video saya," tandas Nadia.

Qariah Berprestasi


Mengutip dari laman NU Online, Nadia Hawasyi merupakan qariah berprestasi asal Tangerang, Banten.

Pada 2019, Nadia sempat meraih terbaik kedua pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) cabang mujawwad remaja. Dua tahun kemudian, Nadia meraih terbaik pertama pada ajang MTQ di tingkat Provinsi Banten di kategori yang sama.

Hal itu termaktub dalam Keputusan Pimpinan Dewan Hakim MTQ XVIII Tingkat Provinsi Banten NO. 03/DH-MTQ/BTN-XVIII/Kep./XII/2021 tentang Penetapan Peserta Terbaik, Juara Umum dan Peringkat Kafilah Kabupaten / Kota pada MTQ XVIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2021 yang ditetapkan di Serang pada tanggal 11 Desember 2021.

Atas prestasinya, Nadia mendapatkan anugerah penghargaan sebagai qariah muda inspiratif dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Deputi Pengembangan Pemuda H Asrorun Niam Sholeh kepadanya.

Nadia merupakan qariah yang lahir di Banten pada 22 tahun silam, Agustus 2000. Dalam Instagramnya, Nadia mengunggah foto tasyakkur harlahnya yang ke-20 pada 9 Agustus 2020,

Diketahui, Nadia merupakan putri qari Indonesia, yaitu Hawasyi Nawawi. Sosok ayahnya ini pernah tampil untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an di Pakistan pada tahun 2004.
Share:

Definition List

Unordered List