--

Menghimpun seluruh berita, tulisan, jurnal bernuansa agama yang dapat menyatukan ummat

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Ratusan Paket Zakat Profesi Disalurkan Kemenag Parepare bersama BAZNAS

PAREPARE, (Kemenag Parepare) Kementerian Agama Kota Parepare bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan 400 lebih paket Zakat Profesi yang terkumpul di lingkungan Kemenag Parepare, Jum'at (21/3/2025).

Zakat profesi merupakan zakat yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan. Zakat profesi juga dikenal sebagai zakat penghasilan atau zakat pendapatan. 

Penyaluran tersebut digelar pada rangkaian event Festival Ramadan 2025 di pelataran Kantor Kemenag dan dipantau langsung oleh Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Parepare, H. Fitriadi.

"Pada Jum'at berkah ini kita melihat antusiasnya warga atau muzakki menerima paket Zakat profesi dari Kemenag Parepare, kegiatan penyaluran ini dilakukan serentak oleh Kementerian Agama serentak se-Indonesia," ucap H. Fitriadi.

Ia menyampaikan penyaluran paket zakat profesi ini lebih dari 400 lebih paket, "BAZNAS Kota Parepare sebelumnya sudah melakukan penyaluran terlebih dahulu dan juga pada hari ini, Jum'at (21/3)," imbuhnya.

Selain kegiatan penyaluran zakat profesi, rangkaian kegiatan juga dilakukan Dharma Wanita Persatuan Kemenag Parepare berbentuk bazar untuk berbuka puasa di pelataran kantor Kemenag Parepare.


Share:

DTD VII Ansor-Banser, Diharap Menjaga Kestabilan Menghadapi Pesta Demokrasi

Parepare, JournalisSantri.Com - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Parepare dan Barisan Serbaguna (Banser) menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang ke VII di Pondok Pesantren Zubdatul Asrar Lappa Anging Kec. Bacukiki, Jum'at (3/10/2023).

Pembukaan kegiatan DTD Ansor-Banser tersebut dihadiri oleh Pj Walikota Parepare yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rustam Asta, Kepala Seksi Bimas Islam, HM. Amin Iskandar, Kapolsek Kec. Bacukiki dan Bacukiki Barat, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Parepare, Kiyai Hannani, Ketua PC GP Ansor Parepare, Ketua PC GP Ansor Kab. Barru, serta Ketua Banser Kota Parepare.

Kegiatan DTD ke VII mengusung tema "Mewujudkan kader yang moderat dalam menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia", yang diselenggarakan selama tiga hari, Jum'at hingga Hari Minggu.

Kepala Badan Kesbangpol, Rustam Asta menyampaikan sambutan tertulis Pj Walikota Parepare bahwa pendidikan dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota Ansor dan Banser demi tercapainya tujuan suatu organisasi yang diibaratkan sebagai jalan untuk menggali hal-hal yang belum diketahui berkaitan dengan Ansor-Banser maupun NU.

Rustam Asta juga mengingatkan pesta demokrasi Tahun 2024 yang akan dihadapi agar Ansor-Banser mengambil peran untuk menjaga kestabilan.

"Tahun 2024 kita akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih anggota DPR DPRD DPRD provinsi DPRD kabupaten kota presiden dan wakil presiden serta kepala daerah oleh yaitu Saya berharap kiranya GP Ansor dan Banser dapat mengambil peran dalam menjaga kestabilan dan tetap kondusif keamanan dan ketertiban di kota Parepare yang sama kita cintai ini demikian pula keutuhan bangsa dan negara khususnya di Kota Parepare," harap Kepala Badan Kesbangpol Parepare.

Ketua panitia, H. Hasan Basri yang juga sebagai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah menyampaikan sebanyak 87 orang yang telah mendaftar melalui formulir online.

"Kegiatan ini berlangsung dari Hari Jum'at hingga hari Ahad dan diikuti berbagai unsur seperti pegawai Kementerian Agama, BUMN, perbankan, ada juga dari unsur pemerintah yaitu Diskominfo serta dari Dinas Pendidikan,"Ujar H. Hasan Basri.

Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan DTD ke VII, peserta siap berkhidmat untuk NU serta menjaga keutuhan negara Rapublik Indonesia.

Share:

Dihadapan Kakan Kemenag Parepare, Gadis Ini Ucapkan Dua Kalimat Syahadat

 

Parepare, JournalisSantri.Com - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Parepare, H. Fitriadi bersama Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU), H. Syaiful Mahsan berkunjung ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Bacukiki Barat, Senin (23/10/2023).

Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring data tanah wakaf yang telah bersertifikat di wilayah KUA Bacukiki Barat. Selain itu H. Fitriadi juga menyempatkan menuntun pengislaman seorang gadis atas nama Treysa Tokoh.

Dalam pengislaman Treysa Tokoh didampingi oleh pihak keluarga serta yang menjadi saksi yaitu Kepala KUA Bacukiki Barat, Amir Said dan Penghulu, H. Ilyas.

Sebelum dituntun pengislaman dan mengucapkan dua kalimat syahadat, Treysa Tokoh diberi wejangan dari Kakan Kemenag Parepare menyampaikan bahwa dalam Islam dikenal ada 5 Rukun Islam.

"Mengucapkan dua kalimat syahadat yang akan kita lakukan, kemudian shalat wajib 5 waktu yaitu Subuh 2 raka'at, dhuhur 4 raka'at, ashar 4 raka'at, Maghrib 3 raka'at, dan Isya 4 raka'at, kemudian zakat yang dimana salah satu penerima zakat yaitu Muallaf seperti Treysa, lalu puasa dan terakhir Haji," urai H. Fitriadi.

Gadis kelahiran Parepare tahun 2001 tersebut mengangguk dan bersiap mengucapkan dua kalimat syahadat yang dituntun langsung oleh Kakan Kemenag Parepare, H. Fitriadi. Pengislaman di KUA Bacukiki Barat tersebut merupakan hal yang tidak biasa karena baru kali ini dilakukan penuntunan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag.

Setelah pengislaman tersebut, yang sebelumnya bernama Treysa Tokoh beragama Katolik, kemudian namanya diganti Sitti Aisyah.

"Nanti belajar agama Islamnya bersama keluarganya lagi, bisa juga dengan Kepala KUA atau kepada penyuluh-penyuluh yang berada di KUA serta membaca-baca literatur agama Islam," ucap H. Fitriadi.







Sebelum Sitti Aisyah beranjak meninggalkan KUA Bacukiki Barat bersama keluarganya, Kakan Kemenag Parepare berikan sejadah dan Al-Qur'an.

Share:

Pakai Seragam Banser, Agusman Ta'ong Sukses Jadi Pemimpin Apel Hari Santri 2023 Kota Parepare


Parepare, JournalisSantri.Com - Ribuan santri memadati lapangan Andi Makkasau Kota Parepare mengikuti Apel dalam rangka memperingati Hari Santri 2023 yang telah ditetapkan secara nasional pada tanggal 22 Oktober.


Santri tersebut dari berbagai kalangan dan utusan organisasi masyarakat seperti santri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (Pontren NU) se-Kota Parepare, Majelis Anak Shaleh (MAS), TKA-TPA Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Pontren Darud Da'wah Wal-Irsyad (DDI) serta Pontren lingkup Kementerian Agama (Kemenag).


Selain santri yang memakai pakaian serba putih, terlihat juga Barisan Serbaguna (Banser) Ansor NU turut andil dalam menyukseskan Apel Hari Santri 2023 tingkat Kota Parepare.



Seperti Ketua Rijalul Ansor Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Parepare sukses menjadi Pemimpin Apel dengan menggunakan sarungan dan seragam Banser.


Kemudian selaku Pembina Apel yaitu Wakil Walikota Parepare, H. Pangerang Rahim saat membacakan sambutan Menteri Agama (Menag) RI menyampaikan peringatan Hari Santri yang mengangkat Tema "Jihad Santri Jayakan Negeri" memiliki makna yang mendalam.


"Kata "jihad" dalam Islam bukanlah sebatas pertempuran fisik, melainkan perjuangan secara keseluruhan, yang mencakup perjuangan untuk menguatkan iman, memperdalam ilmu, dan memperbaiki diri," kata H. Pangerang Rahim saat membacakan sambutan tertulis Menag RI.


Lajutnya, "Santri harus menjadi contoh yang baik dalam masyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan, toleransi, dan persaudaraan. Tentunya, kita juga harus mengingat betapa besar peran para santri dalam sejarah perjuangan bangsa ini. Mereka terlibat dalam berbagai peristiwa penting yang membentuk kemerdekaan Indonesia," tambahnya.


Selain Apel hari Santri, melalui instruksi Menag RI juga beberapa Kabupaten/Kota menggelar Expo Pesantren untuk menyemarakkan Hari Santri 2023.

Share:

Alumni SMPN 2 Kota Parepare Berbagi Berkah di Hari Jum'at







Parepare, JournalisSantri.Com - Hari Jum'at menurut para ulama merupakan Sayyidul Ayyam, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Lababah Al-Badri bahwa Sayyidul Ayyam berarti penghulu atau pemimpin hari, sebutan khusus bagi hari Jumat yang mulia bagi umat Islam.

Dihari yang mulia tersebut, masyarakat yang tergabung dalam komunitas atau organisasi maupun secara individu berbondong-bondong melakukan hal-hal kebaikan, salah satunya yaitu memberikan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Seperti yang dilakukan oleh para alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kota Parepare menggelar kegiatan berbagi berkah di Hari Jum'at dengan menyalurkan puluhan sembako ke Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) Zubdatul Asrar Lappa Anging Kec. Bacukiki, Jum'at (15/9/2023).

Rasmiati selaku orang tua santri yang juga selaku Koordinator kegiatan berbagi berkah Jum'at di Pondok Pesantren menyampaikan jika program yang dilakukannya untuk memberikan contoh yang baik bagi seluruh para alumni.

"Alhamdulillah, hari ini kami bersama alumni-alumni SMPN 2 turun berbagi berkah Jum'at di Pondok Pesantren Zubdatul Asrar, ucap singkat saat ditemui.

Melalui via WhatsApp, Pimpinan Pondok Pesantren Zubdatul Asrar, Kiyai Hannani mengucap syukur kepada Allah SWT karena telah menggerakkan hati para dermawan untuk menderma di Pontren Zubdatul Asrar.

"Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena bisa menggerakkan hati para dermawan-dermawan kita khususnya dari alumni-alumni SMPN 2 agar senantiasa berbagi, apalgi dihari Jum'at ini yang penuh dengan keberkahan-Nya," ungkap Kiyai Hannani

Lanjutnya, "Semoga sembako yang disalurkan oleh para alumni-alumni SMPN 2 Kota Parepare untuk santri-santri kita ini menjadi ladang pahala jariyah, Amin," tambahnya. 

Share:

MA DDI Lil Banat Sukses Utus Santrinya Jadi Paskibraka HUT Ke-78 Tingkat Kota Parepare










Parepare, JournalisSantri.Com - Memasuki tahun kedua terbentuknya ekstrakurikuler Paskibra MA DDI Lil Banat Kota Parepare, perlu sedikit kilas balik sejarah yang melatarbelakangi ekskul ini terbentuk. 

Sejak tahun 2017 MA DDI Lil Banat berhasil mengutus santrinya bergabung dalam tim pasukan pengibar bendera merah putih Kota Parepare. Melalui pencapaian ini, kegiatan baris berbaris di madrasah khususnya ketika upacara pengibaran bendera menjadi lebih baik karena adanya pengalaman dari anggota paskibra. 

MA DDI Lil Banat dari tahun ke tahun selalu berhasil mengutus santrinya bergabung dalam paskibra tingkat Kota, bahkan pada tahun 2021 berhasil lolos ke tingkat provinsi.

Dengan adanya pencapaian ini muncullah semangat membentuk ekstrakurikuler paskibra madrasah yang diprakarsai oleh Dewi Rahma Syaputri yang merupakan Purna Paskibraka Kota Parepare tahun 2021 dan Mutmainna Purna Paskibraka Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021










Prestasi demi prestasi berhasil diraih oleh Paskibra MA DDI Lil Banat. Pada tahun 2022 MA DDI Lil Banat juga turut berpartisipasi dalam lomba Paskibra Competition Kota Parepare dan berhasil mengantongi dua kejuaraan yaitu juara 1 lomba LKBB dan juara 3 lomba yel-yel. Keberhasilan ini tentunya tidak luput dari bimbingan dan doa guru-guru khususnya Rafikah Sri Rahayu selaku pembina yang selalu mendampingi dan Dwiki sebagai pelatih. 

Ekstrakurikuler ini disahkan pada 3 Maret 2023 yang disertai dengan pelantikan dan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibra MA DDI Lil Banat. Kegiatan rutinan ekskul ini dilaksanakan setiap Sabtu dalam sepekan.

Dalam peringatan Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia tahun ini, Pengurus Paskibra MA DDI Lil Banat kembali mengikutkan pasukan gerak jalan untuk mengikuti kompetisi gerak jalan tingkat SMA/sederajat se-Kota Parepare. 

Adapun peserta yang terpilih tidak hanya anggota paskibra akan tetapi seluruh santri diberikan kesempatan untuk berkontribusi dengan syarat lolos seleksi LKBB dan ketahanan fisik. Pemilihan ini juga sebagai ajang promosi khususnya kepada santri baru untuk mengajak mereka bergabung secara resmi di ekstrakurikuler Paskibra Angkatan III.

Penulis by Herfina, S.Pd.I

Share:

Opini: Budaya Sulawesi Barat Di 10 Muharram (Hari Asyura)

 








Parepare, JournalisSantri.Com - Bulan Hijriah adalah identik didalamnya hari Asyura yang bermakna 10 muharram. Dalam Islam 10 Muharram adalah momentum istimewa dan syarat dengan sejarah-sejarah para nabi. 

Dalam riwayat beberapa peristiwa yang terjadi pada nabi. Seperti Nabi Adam as diterima taubatnya tepatnya di 10 Muharram, berlabuhnya perahu Nabi Nuh as pada 10 Muharram, Nabi Yunus as dikeluarkan dari perut ikan di 10 Muharram. Nabi Ibrahim bebas dari kejaran Fir'aun juga di 10 Muharram. 

 ÙˆَÙ„َÙ‚َدْ Ù†َجَّÙŠْÙ†َا بَÙ†ِÙ‰ٓ Ø¥ِسْرٰٓØ¡ِيلَ Ù…ِÙ†َ الْعَØ°َابِ الْÙ…ُÙ‡ِينِ 

"Dan sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksa yang menghinakan" (QS Ad-Dukhan: 30)

Di dalam tafsir ringkas Kemenag RI, Asbabul Nuzul Allah yaitu menyelamatkan Nabi Musa as dari kejaran Fir'aun yang tidak menerima nasehat dari Nabi Musa as, yang sebagai anak angkat dari Fir'aun dan bahkan dengan segala hal kesombongan Fir'aun mengatakan diri sebagai Tuhan, hingga akhirnya Fir'aun di tenggelamkan di laut merah oleh Allah SWT tepat di bulan Asyura.

Ummat Islam mengisi salah satu hari mulia ini yang juga bertepatan dengan hari Jum'at atau Sayyidul Ayyam, dengan menggelar do'a dan melaksanakan puasa Asyura, ada pula mengisi malam-malam Asyura dengan penyucian jiwa dengan zikir dan lain- lain.

Kaum muslimin di Indonesia, melalui ajaran para ulama menyebarkan Islam di setiap daerah memperingati Asyura dengan berbagai macam cara yang unik yang memadukan nilai-nilai kearifan lokal. 

Dengan menggelar arak-arakan sambil membawa tumpeng dan berbagai buah-buahan sebagai bentuk syukur kepada tuhan, ada yang belanja alat alat dapur di pasar. Ada Pula yang membagikan bubur kacang hijau dalam 7 bahan baku, sebagai salah satu ibadah sosial dalam masyarakat.















Di Sulawesi Barat oleh ulama di jadikan Amaliah dihari Asyura dengan membuat kue tradisional sebanyak 7 buah dan disuguhkan diatas baki lalu di doakan oleh imam dengan khas baca-baca Asyura yang di lakukan oleh setiap rumah.

Makna dari 7 macam kue tersebut adalah merupakan angka yang istimewa dalam Islam, ayat yang menjadi Ummul Qur'an dikenal juga dengan istilah "As-Sab'ul Matsani" yaitu tujuh ayat yang berulang ulang (QS. Al-Hijr:87), tujuh lapis langit (QS. An Naba) dan kami membangun diatas kamu tujuh (lagit) yang kokoh, dan lain-lain.

Hal yang seperti inilah yang harus dipahami oleh masyarakat adanya budaya seperti ini, syarat dan makna yang terkandung didalamnya.

Oleh: Nurdin, S.Pd.I, M.Pd (Dosen STAI DDI Parepare/Wakil ketua Bidang Kemahasiswaan Kerjasama dan Alumni)

Share:

Ronaldo dan Adiknya Peluk Agama Islam



PAREPARE, JournalisSantri.Com - Siapa yang tidak kenal sosok bintang persepakbolaan dengan nomor punggung 7 di Klub Manchester United dengan bertuliskan nama Ronaldo atau Cristiano Ronaldo.

Akhirnya Ronaldo memeluk agama Islam pada hari Selasa, 18 Oktober 2022 kemarin, di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Soreang Kota Parepare yang disaksikan oleh Ustadz Herman Alwi selaku ketua Ikatan Pemuda Darud Da'wah Wal-Irsyad (IP DDI) Kota Parepare dan Muhammad selaku penyuluh agama di KUA Kec. Soreang.

Mungkin khalayak bertanya-tanya, Ada apa gerangan Ronaldo hingga ke Kota Parepare yang kemudian akhirnya memeluk Islam?, ternyata Ronaldo yang dimaksudkan yaitu Ronaldo S Pabisa, pemuda kelahiran Kota Parepare, 16 April 1999, yang bertempat tinggal di Jl. Jend. Ahmad Yani.

kemudian diawal tahun 2023 ia membawa adiknya memeluk agama Islam di KUA Soreang sama seperti Ronaldo, Selasa (17/1/2023).

Risaldo merupakan adik dari Ronaldo dengan nama asli Kristian Risaldo, setelah membaca syahadat yang dituntun oleh Kepala KUA Soreang, H. Syahruddin Sainur, kemudian merubah nama menjadi Muhammad Risal, yang disaksikan oleh Penyuluh Agama Islam yaitu Sabuddin dan Drs. Arifuddin Rahim.

"Alhamdulillah, bertambah lagi saudara kita yang mendapat hidayah untuk memeluk agama Islam, Risaldo bersama kakaknya yang bernama Ronaldo telah di Islamkan di KUA Soreang, walaupun berbeda waktunya tapi yang namanya hidayah kita tidak bisa tahu kapan dia datang," jelas H. Syahruddin Sainur.

Masuknya Risaldo ke agama Islam untuk memenuhi syarat-syarat berkas pernikahan secara Islam. Kendatipun demikian, alasan Risaldo masuk Islam atas kehendak sendiri tanpa ada paksaan orang lain.

"Semoga Risaldo dengan kakaknya dapat Istikamah dalam agama Islam dan terus belajar beribadah, insya Allah kami siap membantu menuntun belajar dalam beribadah sesuai agama Islam," harap H. Syahruddin Sainur.

Share:

Diduga Ajaran Sesat, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Turun Langsung Berdialog







GOWA SULSEL, JournalisSantri.Com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kementerian Agama) Prov. Sulsel,  H. Khaeroni bersama sejumlah jajarannya menyambangi lokasi Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah yang beberapa hari ini viral di media karena diduga menyebarkan faham dan ajaran yang sesat, Selasa (10/1/2023).

Kehadiran Kakanwil bersama pemerintah setempat seperti Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL, Forkopimda, MUI, Polda Sulsel, serta lembaga yang tergabung dalam Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Keagamaan Masyarakat  (PAKEM) Kab. Gowa, Forkopimcam Bontomarannu Kab. Gowa serta Pengurus Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah.

Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah yang dipimpin oleh I Wayan Hadi Kusumo atau lebih akrab Bang Hadi ini tengah viral di media sosial lantaran MUI menduga menyebarkan faham yang menyimpang.

Pada kesempatan tersebut, Bang Hadi beserta murid-muridnya menyambut langsung kedatangan Tim yang dipimpin Bupati Gowa di kediamannya yang juga merupakan kantor yayasan yang berlantai 4.

Bang Hadi saat dipersilahkan menjelaskan inti dari ajarannya berdasar di Bab Kesucian atau Bab Thaharah pada Kitab Ihya Ulumuddin, ditegaskan sebelum melangkah ke ajaran inti agama Islam yang harus difahami terlebih dahulu adalah Bab Kesucian.

Begitupun dengan peribadatannya, menurut Bang Hadi, ia mendakwahkan agama dengan bahasa Indonesia yang mudah dipahami masyarakat, bukan melarang bahasa Arab.

"Terkait masalah yang viral, bahwa ajaran kami melarang makan ikan, minum susu melarang sholat, itu tidak benar, karena kami tahu itu melanggar Hak Asasi Manusia, tapi Ajaran kami hanya melarang keras memakan darah dan bangkai, karenanya kami di pondok hanya membiasakan tidak makan daging, tapi lebih kepada makanan yg berbasis nabati atau vegetarian," pungkasnya.

Bahkan Bang Hadi sampai bersumpah “Wallahi Warrasul, kami tidak pernah mengajarkan berhaji di Bawakaraeng, keyakinan kami haji tetap di tanah suci,” ucap pimpinan Nur Mutiara Makrifatullah ini.

Ia juga mengaku bukan Ahli Agama dan membuka diri kepada seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, aparat hukum, dan Para Ulama dari MUI untuk datang membimbing, jika ajaran yang dibawanya menyimpang.

Usai memaparkan inti ajarannya, Komisi Fatwa MUI Sulsel diantaranya Prof. DR. KH. Muammar Bakry, Lc, MA menyampaikan jika MUI dalam menetapkan hukum terhadap suatu ajaran, terdapat sejumlah kriteria, karena dalam beragama itu ada aturannya, dan ahlinya adalah Ulama.

Sekretaris MUI Sulsel tersebut, menjelaskan masalah ini viral berawal dari publik tanya jawab MUI dari nitizen yang mengaku pernah menjadi santri Bang Hadi, dan Sekretaris MUI dalam menjawab bahwa Jika indikasi ajaran tersebut memang benar sebagaimana yang viral, dan setelah menyimak dan menelaah video pengajian dan dokumen yang sudah dimiliki oleh MUI oleh pimpinan yayasan ini maka ajaran ini mengarah kepada ajaran sesat secara Islam.

Lebih lanjut, KH. Muammar Bakry menyampaikan jangan sampai ajaran yang diajarkan kepada santri di yayasan ini tidak bersanad, dan sanadnya harus muktabarah, tapi pada dasarnya Kalau ada keterbukaan dari pihak yayasan, maka MUI siap membimbing dan membina.

Selanjutnya, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Khaeroni menyampaikan maksud kehadiran sejumlah pihak berwenang disini untuk mencari titik temu, Kemenag hadir untuk melindungi masyarakat dan umat beragama dari keresahan sosial yang mengatasnamakan agama serta dinilai keluar dari pakem yang sudah ada.

"Dalam agama juga mengajarkan agar Bekerja sesuai keahlian dan kemampuannya serta menghimbau kepada masyarakat agar sadar diri, berbesar hati serta membuka diri untuk meluruskan ajaran yang dinilai menyimpang agar tidak menimbulkan keresahan dan yang utama bahwa untuk berkegiatan di NKRI ini harus patuh pada regulasi yang ada," jelas H. Khaeroni.

Karenanya, Kakanwil berharap semua seluruh pemangku kepentingan yang terkait hal ini untuk segera duduk bersama mencari solusi agar keresahan dan kerisauan di tengah umat tidak tambah membesar.

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta YL di kesempatan tersebut menyebutkan kehadiran sejumlah elemen di tempat ini berdasarkan laporan masyarakat, karenanya pemerintah hadir untuk mencari titik temu, serta menghindari hal hal yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

"Dan kita bersama sudah dengar, pimpinan yayasan ini, sudah membuka diri untuk dibina dan diluruskan oleh para pemangku kepentingan utamanya oleh MUI dan Kemenag, maka kalau ada yang bengkok mari bersama kita luruskan, bukan tambah dibengkokkan," kata Adnan.

"Teruntuk pengurus Yayasan agar segera melakukan proses-proses administrasi sebelum beraktifitas apalagi mengatasnamakan yayasan dan pondok pesantren, atau lembaga pendidikan, termasuk izin mendirikan bangunan di lokasi serta izin operasional lembaga pendidikan didalamnya," tambahnya.

Share:

Kembali, Aliran Sesat Di Makassar Ini Pernah Bertemu Dengan Allah





MAKASSAR, JournalisSantri.Com - Setelah kemunculan Nur Mutiara Makrifatullah yang diduga sesat oleh MUI, kembali warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibuat heboh dengan kemunculan aliran Hakikinya Hakiki yang diduga sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar. 

Hakikinya Hakiki adalah aliran yang penganutnya mengaku pernah bertemu Tuhan. MUI Sulsel lantas menguatkan maklumat yang dikeluarkan MUI Makassar, di mana di dalamnya tertulis bahwa aliran tersebut diduga sesat.

Dinyatakan sesat karena aliran ini memiliki sejumlah ajaran yang menyimpang dari agama Islam. Mulai dari dijanjikan surga bagi para pengikutnya, hingga bisa bergelar haji tanpa perlu ibadah ke Mekkah.

Ajaran Sesat Hakikinya Hakiki

Ajaran sesat lainnya yang diungkap Sekretaris MUI Sulsel, KH. Muammar Bakry adalah soal para pengikut Hakikinya Hakiki yang dijaminkan masuk surga oleh pemimpin mereka. Sementara dalam ajaran Islam, tidak ada siapapun yang bisa menjamin seseorang menjadi penghuni surga.

Lebih lanjut, Muammar menyebut para pengikut aliran mengaku pernah bertemu dengan Allah. 

"Mereka mengaku pernah bertemu dengan Allah. Poin inilah yang paling meresahkan sebab Allah itu adalah zat yang gaib," ujar Sekretaris MUI Sulsel, Muammar Bakry dikutip dari situs resmi milik MUI, Senin (9/1/2023)

Temuan lainnya adalah pengakuan gelar haji yang dapat diperoleh melalui gurunya tanpa perlu melakukan rangkaian ibadah haji di Mekkah. Lalu, niat salatnya juga bertentangan dengan ajaran Islam yang disepakati oleh jumhur ulama.

"Niat salat mereka juga bertentangan dengan ajaran Islam yang disepakati oleh jumhur ulama sehingga mempunyai niat yang bermacam-macam," paparnya.

Lalu, berdasarkan poin-poin di atas, Muammar menegaskan, bahwa MUI Kota Makassar telah mengeluarkan maklumat serta menetapkan aliran Hakikinya Hakiki itu sesat.

"Sejauh ini informasi aliran-aliran sesat yang ada di Makassar, Gowa dan sekitarnya sudah cukup banyak, seperti di Gowa sudah beberapa aliran yang telah di tetapkan juga keharamannya di mana aliran-aliran ini menjanjikan surga bagi para pengikutnya dan juga adanya penghapusan dosa," katanya.

Viral Video Saat Diintrogasi Oleh Warga

Akbar, pengikut aliran sesat Hakikinya Hakiki lainnya mengaku spontan saat mengatakan pernah bertemu dengan Allah. Alasannya karena merasa terdesak setelah menerima ancaman akan dibunuh saat mengobati salah satu warga yang diduga terserang penyakit non medis.

Video yang menunjukkan perkataan Akbar itu sempat viral di media sosial. Ia diminta oleh warga untuk mengobati karyawannya yang melihat makhluk gaib. Akbar lalu memakaikan kain kafan ke tubuh pasien sebagai metode pengobatannya. 

Nah, merasa panik karena diancam akan dibunuh, Akbar pun mengaku pernah bertemu dengan Allah hingga menyebut rukun Iman ada 13. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan diri dari warga yang tidak suka dengan metode pengobatannya.

Penganutnya Ingin Bertobat

Atas dasar keresahan warga tersebut, MUI Kota Makassar memanggil penganut Hakikinya Hakiki untuk menjelaskan aliran dan ajarannya. Langkah selanjutnya, yakni akan diluruskan, jika memang itu menyimpang dari ajaran agama Islam.

Setelah pertemuan itu, para penganut Hakikinya Hakiki mengaku akan bertobat dan meminta maaf. Mereka juga siap dibina oleh MUI Makassar. Hal ini disampaikan salah satu dari mereka, Yoga, di Kantor MUI Makassar pada hari Senin, 9 Januari 2023

Ketua MUI Makassar KH. Baharudin Abduh juga membenarkan bahwa penganut aliran Hakikinya Hakiki telah sepakat dan bersedia untuk dibina. Mereka bahkan telah menandatangani kesepakatan tersebut.

Share:

Qori'ah Nadia Hawasyi Disawer, Begini Reaksinya










Beredar potongan video seorang Qariah bernama Nadia Hawasyi disawer saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Video tersebut pertama kali diunggah di kanal Youtube Al-Mumtaz Official pada Kamis, 20 Agustus 2020 lalu.

Menanggapi hal itu, Nadia mengaku sangat marah dan kecewa. Namun, kemarahan itu tidak langsung diungkapkan mengingat posisinya tengah membaca Al-Qur'an sehingga harus tetap menjaga adab.

"Sebetulnya bisa aja saya langsung marah pada saat itu, tapi saya kan menjaga adab lagi ngaji, masa ujug-ujug saya negor panitia, gak enak juga, pasti ribut," kata Nadia kepada NU Online, Kamis (5/1/2023) malam.

Maka dari itu, ia menuntaskan bacaannya terlebih dahulu. Kemudian ia mendatangi panitia dan mengingatkan.

"Jadi saya tidak suka sama sekali ada panitia nyawer seperti di video tersebut. Cuma karena posisinya saya lagi ngaji, terus saya juga gak tahu kalau mau disawer, makanya saya gak langsung marah dan negur panitianya, saya tunggu beres ngaji dulu," lanjutnya.

"Saya shodaqallah langsung turun panggung dan saya tegur panitianya. Saya merasa direndahkan sekali, diperlakukan tidak sopan oleh para panitia," kata perempuan asal Banten itu.

Hanya saja, ia menyayangkan sikap beberapa warganet yang justru menyudutkan dirinya. "Cuma netizen ini belum banyak yang faham saya yang lalu dihujat," ungkap Nadia.

Nadia juga merasa terganggu dengan kehadiran orang-orang yang bersawer tersebut. Hal demikian sudah kali ketiga terjadi padanya dalam Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

"Itu memang sudah keterlaluan, tidak ada adabnya. Saya pun sangat merasa terganggu, tapi saya gak bisa langsung negur pada saat itu juga, karena pada saat saya disawer masih ngaji belum beres," jelasnya.

"Jadi, setelah saya selesai ngaji terus saya turun baru saya langsung tegur dan marah sama panitianya semua, bahwa saya merasa direndahkan dengan perilaku panitia yang nyawer saya tadi. Cuma sayangnya tidak ada yang memvideokan pas saya sedang tegur itu," beber Nadia.

Hal itu, bagi Nadia, sangat mengganggu mengingat melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan tilawah mujawwad (lagu) dan hafalan membutuhkan konsentrasi penuh.

"Saya pun sebelumnya gak tahu jika setiap kalau ngaji mau disawer. Kalau saya tahu pasti saya larang. Karena saya juga kan ngaji butuh konsentrasi, butuh ingat hafalan yang saya baca, butuh nafas juga buat ngaji," pungkas Nadia.

Ia juga mengungkapkan, kebiasaan nyawer ini juga terjadi pada qari dan qariah yang lain. Hanya saja, videonya tidak beredar viral seperti yang terjadi pada dirinya.
 
"Sebetulnya hal seperti ini bukan hanya terjadi sama saya, tapi banyak qari/qariah lain yang pernah lagi ngaji disawer seperti itu, apalagi di daerah Banten menurut saya sudah jadi hal yang lumrah bagi masyarakat Banten sawer qari, tapi mungkin tidak diviralkan videonya seperti video saya," tandas Nadia.

Qariah Berprestasi


Mengutip dari laman NU Online, Nadia Hawasyi merupakan qariah berprestasi asal Tangerang, Banten.

Pada 2019, Nadia sempat meraih terbaik kedua pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) cabang mujawwad remaja. Dua tahun kemudian, Nadia meraih terbaik pertama pada ajang MTQ di tingkat Provinsi Banten di kategori yang sama.

Hal itu termaktub dalam Keputusan Pimpinan Dewan Hakim MTQ XVIII Tingkat Provinsi Banten NO. 03/DH-MTQ/BTN-XVIII/Kep./XII/2021 tentang Penetapan Peserta Terbaik, Juara Umum dan Peringkat Kafilah Kabupaten / Kota pada MTQ XVIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2021 yang ditetapkan di Serang pada tanggal 11 Desember 2021.

Atas prestasinya, Nadia mendapatkan anugerah penghargaan sebagai qariah muda inspiratif dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Deputi Pengembangan Pemuda H Asrorun Niam Sholeh kepadanya.

Nadia merupakan qariah yang lahir di Banten pada 22 tahun silam, Agustus 2000. Dalam Instagramnya, Nadia mengunggah foto tasyakkur harlahnya yang ke-20 pada 9 Agustus 2020,

Diketahui, Nadia merupakan putri qari Indonesia, yaitu Hawasyi Nawawi. Sosok ayahnya ini pernah tampil untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an di Pakistan pada tahun 2004.
Share:

Rakerda PD DDI Parepare Berlangsung Alot

 


Parepare, JurnalisSantri.Com - Rapat Kerja Pengurus Daerah Darud Da'wah Wal-Irsyad (Rakerda PD DDI) Kota Parepare yang digelar di Auditorium Kampus Institut Agama Islam (IAIN) Parepare, Kamis (1/12/2022).

Sebelum menggelar Rakerda PD DDI tersebut, warga DDI memperingati Maulid Rasulullah SAW dan pelantikan PD Ummahat DDI (UMDI) Kota Parepare.

Pada sidang-sidang komisi yang ditetapkan oleh _Steering Commite_ ada 3 yaitu Komisi A yang membahas Rekomendasi, Komisi B membahas Program Kerja, dan Komisi C membahas Organisasi.

Dalam perjalanan sidang-sidang komisi, pembahasannya berlangsung alot, sangat banyak sumbang saran untuk pengembangan DDI kedepan.

Seperti yang diutarakan Amir Said yang juga wakil ketua PD DDI Parepare menyampaikan guru-guru yang mengajar di DDI sewajarnya memasukkan anak-anaknya bersekolah di pesantren atau sekolah DDI.

"Karena hal tersebut merupakan bagian regenerasi DDI kedepannya," ucap Amir Said yang juga sebagai alumni Pondok Pesantren (Pontren) DDI Kaballangang Pinrang ini.

Begitupun sumbang saran yang disampaikan oleh Pembina Pontren Al-Hidayah, Saharuddin mengatakan da'i-da'i dari kalangan DDI juga harus membangun kajian-kajian di berbagai masjid.

"Iya, hal ini kita lakukan agar membentengi masyarakat dari paham-paham yang menyimpang dan dapat memecah belah ummat," ujar Saharuddin.

Kendatipun dalam kondisi alot, Sekretaris PD DDI Parepare, Mujahidin sangat berterimakasih atas partisipasi warga dan pengurus DDI untuk pengembangan DDI kedepan.

"Alhamdulillah atas partisipasi PB DDI, pengurus PD DDI, Pemerintah Kota sehingga kegiatan ini sukses dilaksanakan," pungkas Mujahidin.

Lanjutnya,"hasil-hasil komisi telah kami pegang, insya Allah apa yang telah dirumuskan oleh pengurus-pengurus PD DDI kedepannya kita kerjasama untuk menjalankannya," tutupnya.


Diakhir kegiatan Rakerda PD DDI Parepare, hasil dari pembahasan sidang-sidang komisi diserahkan kepada Ketua PD DDI Kota Parepare, HM. Amin Iskandar.

Share:

Definition List

Unordered List